Friday, 19 October 2012

Kekasih yang Ghaib



Kehadapan kekasih yang aku cintai.

Ini kali pertama aku menulis warkah ini buat kekasihku. Aku tidak mengetahui apakah engkau berada di langit atau bumi. Aku juga tidak mengenal wajahmu, aku tidak tahu di mana kedudukanmu. Malah aku tidak tahu menahu kapan kita akan bertemu.
Namun aku pasti, engkau ada di luar sana, menanti pertemuan kita. Walau siapa pun engkau wahai kekasihku, sama ada bidadari langit atau pemuda bumi, aku yakin Allah akan mempermudahkan pertemuan kita sekiranya kita benar-benar ikhlas dan ridha akan ketetapan-Nya.
Sesungguhnya kekasihku, aku sering menyampaikan salam rinduku buat dirimu melalui Tuhan Penjaga langit dan bumi yang Maha Penyayang. Semoga Dia mencintaimu, memeliharamu dan melindungimu daripada segala noda dan kemaksiatan serta penyakit-penyakit hati. Jadilah engkau pemuda suci yang memelihara diri dan anggotanya dari kedahsyatan azab api neraka. Aku juga berjanji untuk berbuat perkara yang sama sambil menunggu kekasihku yang ghaib. Sesungguhnya aku mencintai dan merinduimu demi Tuhanku.
Semoga kita bertemu dalam ketaqwaan.
Kekasihmu.

Surat cinta yang saya tulis kepada kekasih yang saya tidak kenal dan tahu kewujudannya. Beberapa bulan kemudian, Allah hantar kekasih itu kepada saya.

Indah kan?

Redha dalam pergantungan kepada Allah itu adalah berserta ketenangan dan tidak memaksa-maksa.