Friday, 1 October 2010

Langit Tujuh Setengah


Langit tujuh setengah itu samudera yang luas
Jika diperhatikan lagi tampak dalamnya
Dibantu saiz pipit yang kalah
Dengan pepatung galak yang dekat.



Aneh sekali
Kita berdirilah di zaman mana pun
Kita merantaulah di bumi mana pun
Langit tujuh setengah tetap kita junjung
Tidak bercela tiada terkoyak
Kilas kedua tidak jua memenangkan.

Takjub sekali
Apabila langit tujuh setengah di sini
Berjalan bersama awan yang menari
Meluncur bersama burung
Bercanda.

Aku seperti terdengar
Bunyi langit ketawa digeletek dedaunan
Pohon kelapa pisang dan mangga
Sedang berpesta
Aku tadahkan telinga untuk laluan merdunya.

Dan hanya terganggu
Dengan bunyi enjin yang lalu
Mengingatkan niat untuk ke pasar.




-Tanjung Piandang-
-1 Oktober 2010 7.30am-


No comments: