Monday, 25 February 2008

Di Sebalik

Angin jernih menyapa pipi
Unggas berbicara harmoni
Neon kelam mengganti hari
Inti senja disapu pergi

Nun dirgantara manik berkerdip
Utuh pohon mengikat jalur tua
Runduk padi mencium bumi.

Fajar rakus menerjah pagi
Alam menari tarian pelangi
Tiun murai mendodoi pribumi
Ikal rambut pohon tempurung
Nyanyian penyair bergema rawa;

Memuji pencipta
Olahan cinta sempurna
Hiba menakung embun
Adanya di bibir mata
Mendongah ke tirai langit
Ada wajah dosa dan pahala
Daun setawar gugur bercambah

Zuriat alam melepaskan talinya
Ah!
Intaian mata di bilahan kapak
Ngauman rimba sayup lagi
Alam ini miliknya sendiri
Longgokan cinta dan naluri.

smap labu
2004

No comments: